Beli Properti? Sadari hak-hak anda…

Posted: January 30, 2011 in Uncategorized

Dalam membeli properti anda sebaiknya selalu waspada. Teliti apa saja yang menjadi hak-hak anda. seperti yang tertuang dalam keputusan mempera no 11/1994 dan 9/1995.

Lembaga pengamat perselisihan properti mengungkapkan, perkara yang melibatkan real estate dan konsumen properti semakin meningkat. Hal itu terjadi karena penawaran penjualan properti yang meningkat tidak dibarengi dengan pengembangan perilaku ke arah yang lebih baik.

Masih banyak pengembang yang memasarkan properti tidak sesuai dengan undang-undang perlindungan konsumen, undang-undang perumahan, ketentuan perpajakan hingga ketentuan dari departemen teknis, yaitu kementrian perumahan.

Dalam kemenpera No 09/KPTS/M/1995 mengenai pedoman pengikatan jual beli rumah, sudah dicantumkan beberapa aturan : Misalnya aturan kewajiban seorang penjual :

1. Penjual wajib melaksanakan pendirian bangunan sesuai waktu yang telah di perjanjikan, menurut gambar arsitektur, gambar denah dan sepesifikasi bangunan yang telah disetujui dan ditandatangani bersama oleh kedua belah puhak dan dilampirkan, yang menjadi bagian tidak terpisahkan dalam akta pengikatan jual beli rumah tersebut.

2. Penjual wajib menyelesaikan pendirian bangunan dan menyerahkan tanah dan bangunan rumah tepat pada waktunya seperti yang dijanjikan kepada pembeli. Kecuali karena hal – hal yang diluar kemampuan penjual seperti bencana alam, huru hara, kebakaran dan banjir.

3. Penjual wajib mengurus pendaftaran perolehan hak atas tanah dan bangunan rumah, seketika setelah terjadinya pemindahan hak atas tanah dan bangunan rumah atau jual beli rumah di hadapan PPAT.
4. Apabila Penjual lalai untuk menyerahkan Tanah dan Bangunan Rumah tepat waktu seperti yang diperjanjikan kepada Pembeli, diwajibkan membayar denda keterlambatan penyerahan tersebut sebesar 10/00 (dua perseribu) dari jumlah total harga Tanah dan Bangunan Rumah untuk setiap
hari keterlambatannya.

5. Apabila Penjual ternyata melalaikan kewajibannya untuk mengurus pendaftaran perolehan hak atas Tanah dan Bangunan Rumah tersebut, maka Pembeli mempunyai hak dan dianggap telah diberi kuasa untuk mengurus dan menjalankan tindakan yang berkenaan dengan pengurusan pendaftaran
perolehan hak atas Tanah dan Bangunan rumah tersebut kepada instansi yang berwenang.

Sementara kewajiban pembeli adalah:

1. Pembeli telah menyetujui jumlah total harga Tanah dan Bangunan Rumah sesuai gambar arsitektur, gambar denah, dan spesifikasi teknis bangunan yang telah ditetapkan bersama.

2. Pembeli wajib membayar jumlah total harga Tanah dan Bangunan Rumah, beserta segala pajak, dan biaya-biaya lain yang timbul sebagai akibat adanya pengikatan jual beli rumah, dengan tatacara pembayaran yang disepakati bersama.

3. Pembeli wajib membayar biaya pembuatan akta notaris, pengikatan jual beli rumah, biaya pendaftaran perolehan hak atas tanah atas nama Pembeili, sedangkan biaya pengurusan sertifikat ditanggung oleh penjual.

4. Apabila Pembeli lalai untuk membayar angsuran harga Tanah dan Bangunan Rumah sebagaimana dimaksud dalam butir 2 angka IV tersebut, pada waktu yang telah ditentukan, maka dikenakan denda keterlambatan, sebesar dua perseribu dari jumlah angsuran yang telah jatuh tempo untuk
setiap hari keterlambatan.

5. Apabila Pembeli lalai membayar angsuran harga Tanah dan Bangunan Rumah, segala pajak, serta denda-denda, dan biaya-biaya lain yang terhutang selama 3 (tiga) kali berturut-turut, maka pengikatan jual beli rumah dapat dibatalkan secara sepihak, dan segala angsuran dibayarkan
kembali dengan dipotong biaya Adimistrasi oleh Penjual.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s